Majelis Almuwasholah

header

Setelah beberapa kali datang Habib Umar datang ke Indonesia sejak tahun 1998, para ulama sering bertemu dan berkumpul bersama beliau, mendengar keluhan keluhan ulama tentang permasalahan permasalahan ummat. Hal itu berlangsung setiap tahun sampai pada tahun akhir kedatangan di tahun 2006 memberi isyarah bahwa pada kedatangan pada tahun yang akan datang di bulan muharram 1427 digagaslah Majelis Al-Muwasholah Baina Ulama Al-Muslimin.

Majelis Muwasholah mempunyai gagasan utama yaitu menyatukan para ulama muslimin dalam menyampaikan amar ma’ruf nahi munkar, agar para ulama punya satu kata yaitu tidak menjadikan tujuan dakwah ini untuk politik untuk dunia dan hal yang lain, habib umar menyatakan para ulama yang mempunyai latar belakang yang berbeda, aliran, mazhab atau organisasi yang berbeda tidak menjadi penghalang untuk tergabung dalam majelis muwasholah. Bahkan habib umar memberikan 2 pilihan kepada para ulama pada waktu pertama kali digagas. Ada ulama yang tergabung dalam kepengurusan dan aktif menggerakkan forum ini, dan ada ulama yang ikut tergabung tapi menjadi anggota pasif karena kesibukannya, tapi tetap didengar keluhan keluhannya dan dicarikan solusi terhadap masalh masalah yang dihadapi.

Hal yang menjadi wasilah dalam majelis ini atau yang menjadi sarana mengikat para ulama adalah:

  1. Saling berziarah satu sama lain.
  2. Meningkatkan kadar keilmuan dan keahlian atau kwalitas para ulama secara zhohir dan bathin.
  3. Majelis muwasholah sebagai sarana untuk mencurahkan ide, gagasan, pikiran, kitab yang baik yang dimiliki dan dikembangkan para ulama agar bisa disebarluaskan melalui majelis untuk bisa dimanfaatkan oleh para ulama ditempat lain.

Inti dari didirikan majelis ini adalah mencegah ummat jatuh dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT.

Perbedaan antar ulama hanya bersifat parsial (furu’iyah) bukan yang substansial tidak ada perbedaan pendapat dimazhab manapun, aliran manapun tentang keharaman zina, narkoba, mendorong wanita untuk menjaga dirinya, mendorong laki-laki untuk menjadi sholeh dan baik dan banyak hal yang lainnya, pada titik kesamaan inilah yang diistilahkan habib umar “muwashim musytaroqoh”  bisa bekerjasama. Forum ini bukanlah organisasi yang mengikat para ulama agar meninggalkan kegiatan atau pekerjaannya masing masing, para ulama tetap pada organisasi atau pekerjaannya masing-masing dan tidak ada penghalang untuk bergabung dalam forum ini.

Penggagasan terbentuknya forum ini bukanlah atas gagasan yang dikeluarkan habib umar melainkan atas gagasan dan saran dari para ulama, habib umar hanya memfasilitasi atau memediasi saja.

Maka pada bulan Muharram 1427 H / 2007 dibentuklah kesepakatan oleh para ulama terbntuknya

VISI:

Mewujudkan rasa persatuan dan saling membantu diantara para ulama untuk menampilkan dan menyampaikan dakwah sebagai rahmat untuk seluruh alam.

MISI:

Turut andil dalam membangun dan melahirkan para ulama Robbani ditengah ummat Islam.

TUJUAN:

  1. Menguatkan ikatan ta’aruf dan komunikasi antar ulama. Saling membantu dalam memecahkan masalah-masalah substantif dalam Agama. Sehingga dapat memberikan kemaslahatan pada masyarakat dan menjaga nilai-nilai yang mendasar bagi umat Nabi Muhammad SAW.
  2. Meningkatkan taraf kemampuan ilmiah di halaqoh, madrasah, pesantren dan pusat pendidikan Islam. Disertai dengan pembersihan jiwa (tazkiyatun nafs) dan pendidikan akhlak serta kecakapan dalam dakwah fisabilillah.
  3. Memberikan penjelasan secara baik dan benar atas dinamika terbaru dan terkini agar pandangan para ulama atas masalah tersebut menjadi lebih mendalam serta lebih mendekati kesesuaian dan persamaan presepsi.
  4. Publikasi hasil kajian para ulama berkaitan dengan permasalahan penting yang terjadi atas umat. Sosialisasi hasil penelitian, kemajuan, temuan, kreasi baru yang bermanfaat. Ekspos penerbitan dan produk ilmiah lainnya.

Dan Majelis Al-Muwasholah Baina Ulama Al-Muslimin mempunyai prinsip dasar: “Ilmu, Pembersihan Jiwa, Dakwah Ilalloh, dan Silaturahin antara Ulama Ummat.

Diantara kegiatan atau program yang dijalankan oleh Majelis Al-Muwasholah Baina Ulama Al-Muslimin diantaranya adalah:

  1. Pertemuan Ulama

Pertemuan Ulama ada dua macam yaitu Multaqa dan Liqa’. Multaqa adalah pertemuan rutin yang diselenggarakan berdasarkan wilayah, disebut Multaqa Iqlimiy dan Multaqa Quthri (pertemuan wilayah). Sedangkan Liqa’ adalah pertemuan rutin local, berupa

  1. Pertemuan ulama setempat yang bertujuan untuk membentuk Majelis Muwasholah di daerah tersebut.
  2. Kegiatan para ulama di wilayah yang sudah terbentuk Majelis Muwasholah.
  3. Rapat-rapat pelasana tugas, baik oleh para perwakilan ataupun sukarelawan Majelis Muwasholah disebuah wilayah.

Didalam berbagai pertemuan ini diharapkan ada sejumlah ulama, akademisi dan para simpatisan Majelis Muwasholah juga masyarakat umum yang berminat mengikuti kegiatan terbuka majelis, juga kegiatan-kegiatan yang digelar di waktu dan tempat tertentu sebagai sarana untuk membahas berbagai tema yang sesuai dengan misi Majelis Muwasholah. Kegiatan ini diharapkan bisa membawa hasil sebagai berikut:

  1. Adanya hasil kesepakatan diantara para hadirin sebagai peserta atau pendukung Majelis Muwasholah.
  2. Adanya usulan dan saran untuk para ulama dan masyarakat awam.
  1. Program Dauroh

Dauroh adalah kegiatan kajian terjadwal mengenai beberapa disiplin ilmu pengetahuan teoritis dan praktis, yang diselenggarakan diwaktu dan tempat tertentu. Peserta kajian bisa putra dan putri yang memiliki kemauan tinggi untuk memperdalam ilmu agama, juga memperdalam hal-hal yang berkaitan dengan manajemen dan perkembangan pondok pesantren dan lembaga-lembaga keagamaan, akhlak-tasawuf atau peningkatan kualitas fikih dakwah dikalangan ulama dan da’i.

  1. Kunjungan Silaturahim Diantara Para Ulama

Yaitu kunjungan yang dilakukan untuk memperkokohhubungan antar lembaga pendidikan dan ulama disuatu wilayah dengan dunia Islam lainnya, juga berbagai rihlah ilmiah lainnya dan rihlah dakwah keberbagai wilayah untuk menyelenggarakan dauroh, kajian ceramah dan seminar. Kegiatan-kegiatan tersebut dijadikan sebagai ajang untuk menghidupkan nilai-nilai keagamaan yang lurus, nilai-nilai Sunnah dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.