Deklarasi

Deklarasi Pendirian Majelis Muwasholah

Kepada saudara-saudaraku tercinta dan mulia, para Ahli Ilmu Syari’ah Ilahi Al Muhammadi, semoga Allah senantiasa menjaga antum. Melindungi serta menuntun setiap langkah dan mengilhamkan petunjuk-Nya. Menganugerahkan kemampuan untuk menjaga amanat dan menunaikannya dengan sempurna.

Dan kiranya Allah SWT menolong antum dalam menegakkan Syariat yang lurus nan penuh kedamaian. Semoga Allah menjadikan antum bermanfaat kepada Ummat, melindungi kemurnian Islam, menjaga hidayah dari Nya dan kebenaran agama-Nya. Amiin

Amma ba’du… Para Ulama yang mulia, sebagaimana telah kita ketahui bersama tentang kondisi umat Islam pada saat ini berupa kemunduran, perpecahan dan merajalelanya kejahatan, juga bencana dan ujian yang terus menimpa mereka. Penyebab utama dari semua itu adalah dilalaikannya perintah Allah dan dengan sengaja melanggar larangan Allah SWT.

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya setiap raja punya garis batas yang tidak boleh dilanggar. Ketahuilah bahwa garis batas milik Allah adalah segala yang Dia haramkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kita juga telah menyadari betapa besarnya tanggung jawab dan tugas para Ulama. Mereka adalah orang yang menjadi sinar hidayah, penunjuk jalan dalam menyelamatkan umat, penerang bagi mereka dan penjaga Ajaran Allah SWT.

Sesungguhnya tugas-tugas mulia itu tidak mungkin direalisasikan para Ulama, kecuali jika mereka saling tolong menolong, bersatu, sungguh sungguh dan fokus pada tujuan-tujuan di atas. Oleh karenanya demi merealisasikan tanggung jawab tersebut terfikir dan timbul niatan yang kuat untuk mendirikan : “Majelis Muwasholah Baina Ulama Muslimin” (Majlis Silaturrahim antar Para Ulama).

“Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. Jika Allah menolong kamu, Maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu, jika Allah membiarkan kamu (Tidak memberi pertolongan), Maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.” (Al Imran : 159 – 160)

Tujuan utama dalam mendirikan majelis seperti ini bukanlah untuk membuat suatu lembaga baru, organisasi baru, partai baru, atau hal-hal seperti itu. Karena hal yang demikian sudah sangat banyak dan umat Islam tidak memerlukan lagi tambahan lembaga serupa itu. Tetapi maksud dan tujuan dibentuknya Majelis ini adalah terlaksananya kerja aktif yang serius dan murni serta mengena pada kondisi Ummat, artinya: para ulama cakap dalam menyikapi berbagai macam problematika dan kenyataan yang dihadapi ummat sesuai dengan pandangan ruang lingkup syariat yang suci, serta optimal dalam mensinergikan syariat

Juga agar para ulama mampu mengorganisir semua potensi yang ada, dengan serius dan dengan mengedepankan kepentingan umum umat, terjaganya agama mereka dan pondasi pondasi agama yang murni, tanpa fanatisme, sikap ekstrim dan juga tidak dengan sikap kendor dan lemah. Agar semua potensi umat yang tersebar diberbagai lini, bisa digunakan dalam berbagai kebutuhan ummat yang paling penting serta bisa digunakan untuk menjaga agama dan persatuan mereka.

“(Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim, dia (Allah) Telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, Maka Dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, Maka Dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik- baik penolong.” (Al Hajj : 78)

Usaha ini dilaksanakn secara bertahap sesuai kemampuan dengan berharap bantuan, pertolongan dan rahmat Allah SWT. Usaha dakwah ini haruslah berkesinambungan dalam pelaksanaannya, tanpa rasa putus asa, tergesa-gesa, menunda-nunda, atau bermalas-malasan.

Untuk dimaklumi bersama bahwa keikutsertaan dalam forum ini tidak berati membuat terbengkalainya aktifitas pribadi , pekerjaan-pekerjaan rutin, profesi, dan kelebihan yang menjadi rutinitas keseharian antum. Sesungguhnya yang telah antum jalani selama ini sama sekali tidak berlawanan atau bertentangan dengan keikut sertaan dalam majelis ini,

Sesuatu akan dianggap bertentangan dengan tujuan majelis ini apabila :
1. Hal itu berlawanan dengan nash Syariah Qoth’i yang tidak ada penafsiran lain di dalamnya.
2. Hal tersebut secara jelas dan nyata dapat merusak maksud dan tujuan dari Majlis Muwaasholah ini.

Pelayan antum yang mengharapkan doa,
Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz ibn Syech Abubakar bin Salim

2 Responses to “Deklarasi”
  1. Taqobbalalloh…

  2. ahmad qurthubie sk says:

    Semoga Allah SWT slalu melimpahkan keberkahan kepada para Habaib dan ulama yang slalu berjuang di jalan Allah dan makin membukakan mata hati kaum muslimin dan muslimat tidak melanggar/melalaikan perintah Allah. “Selamat atas terbentuknya Majelis Muwasholah Baina Ulama Muslimin”.

Leave a Reply


+ nine = 16

© Copyright 2013 - Majelis Almuwasholah Bayna Ulama Al Muslimin